Sabtu, 28 Desember 2013

Dan akhirnya hujanpun mengakhiri ..

hei, kau pikir siapa dirimu? jangan sekali - sekali merasa paling sempurna. ingat akan satu hal, apa yang ditanam, itu yang akan dituai hasilnya. jika kau masih saja terus begini, mempermainkan hati perempuan. memberi sedikit harapan  disana, disini. menjanjikan disana, disini. mengatakan hal yang berbeda disana, disini. kau pikir siapa lagi yang mau percaya padamu?
aku memang masih temanmu, hanya saja. aku tak percaya lagi padamu teman. aku turut prihatin akan sifatmu. padahal kau itu orang yang baik. jujur, aku sempat sedikit suka dan simpati padamu. bagaimana kau berbuat baik kepadaku, perhatianmu, kepedulianmu. aku hanya berharap kata - kata yang jujur dari setiap perkataanmu. aku tak habis pikir kenapa kau selalu bohong padaku tentang kisahmu dengannya. apa gunanya berbohong padaku? apa gunanya menipuku? apa gunanya memberiku harapan? apa gunanya mengatakan kalau dia wisuda D IV, padahal aku tau bahwa dia D III ? apa pentingnya bohong? apa gunanya mengatakan bahwa kau "jomblo" pada teman perempuanmu yang lain, sedangkan padaku kau bilang kau masih dengannya? apa gunanya kau katakan kita akan bersahabat sampai kakek nenek tapi kenyataannya kau tak jujur. jangan jadi laki - laki alay, dewasalah. kau itu orang yang baik, kembangkanlah kebaikanmu kawan.
dulu aku sempat jatuh cinta dengan kebaikanmu, sangat baik. tapi entah kenapa, sekarang sudah hambar, tak enak. aku hanya mau kau berubah lebih baik lagi sobat, jangan permainkan hati lagi. jangan egois, jangan membuat perempuan ini, perempuan itu jatuh cinta lagi padamu. kau tau, masih banyak perempuan yang baik dan setia. termasuk aku. jika aku egois, mungkin aku tak akan mau lagi berteman denganmu, tapi karena keegoisanku bisa terkendali dan perasaanku bisa terkendali. ya sudah, aku akan tetap disini.
dan hujan akhir desemberpun mengakhiri perasaan ini padamu. aku akan selalu berbuat baik padamu kawan. mudah - mudahan kau sadar akan kesalahanmu.

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar