Selasa, 31 Desember 2013

HEART flow

1 tahun terjalani disini, pahit manis bersamamu. berjuang demi sebuah kemandirian dan pengharapan yang besar. bertanya pada diri sendiri apakah akan mampu menjalaninya lebih lama lagi? setiap subuh memperbaharui niat agar tetap bertahan. sebelum tidur harus bernafas lega melepaskan lelah hati ini. kadang terbangun dini hari, sejenak bersujud pada Nya pemilik hati ini. kadang kala hanya terlelap pulas hingga matahari menyingsing. sampai akhirnya bulan demi bulan terlalui, dimana pengkhianatan hati terjadi, tiba - tiba jatuh cinta lagi, hati ini terisi kembali, tak lama berselang harapan itu musnah lagi, kehilangan dirimu lagi. hati ini jadi kosong lagi. Tuhan benar - benar luar biasa membolak - balikan hati ini. 
sedikit demi sedikit kenyataan ini mulai terterima. bahwa menjalani hidup seperti air mengalir lebih baik jika harus memaksakan skenario alam. semakin tersadar, tertunduk mengerti bahwa Tuhan memang punya rencana indah. semakin tersentak bahwa tak satupun ternyata yang menjadi milikku di dunia ini. semuanya hanya titipan, termasuk rasa ini. 
apapun yang terlalui denganmu, mungkin ada baiknya mulai kulepaskan. mencoba memandangimu dari sisi tanpa rasa. mencoba bergaul denganmu tanpa pengharapan. 
waktu semakin terlalui, sedangkan aku masih disini. kaupun masih disini. tidak ada yang berubah secara kasat mata. tapi kau tahu? ternyata hati ini telah berubah untukmu. mungkin rasa ini semakin lama semakin memudar. Tuhan menjawab doaku, akhirnya waktu mengobatiku. mulai menyembuhkan lukaku. mulai rasional menghadapimu. mulai menerima bahwa kau akan menjadi sahabatku seumur hidup.
duhai pemilik hati ini, kembalikan hati ini pada Mu. ke tempat sanubari Mu yang suci. buat aku menikmati hidupku dalam berkah Mu. jangan biarkan aku salah lagi ya Rabb. tunjukan kaki ini ke arah yang baik. jangan biarkan keliru lagi soal perasaan.

***

mendung kelabu di pagi tahun baru,
tapi hatiku tak akan mendung sepertimu wahai langit. semua penerimaan ini. tak akan pernah sia - sia. terima kasih masa lalu, karena sudah ajari aku banyak pengalaman. membuatku akan menjadi pribadi kokoh tak tertepiskan. 

selamat datang masa depan, aku menantimu dan akan segera mengejarmu.

***

Senin, 30 Desember 2013

Buat apa sekolah ??

Siapa yang pernah menonton 3 idiots? Banyak. Siapa yang suka film itu? Banyak yg suka. Tetapi siapa yg sebenarnya mengambil pelajaran paling cemerlang dari film itu? Entahlah, siapa yg mengambil manfaatnya.

Ada ibu-ibu dengan anak gadis yang siap menikah. Menonton 3 idiots, ibu-ibu ini sampai menangis. Tapi saat anaknya bilang mau menikah, dan hanya akan jadi ibu rumah tangga saja, ibu-ibu langsung bergegas bilang, "nggak boleh. enak saja sy sekolahkan tinggi2, hanya untuk jadi ibu rumah tangga!" Lihatlah, jawaban itu menunjukkan sama sekali tidak berbekas pemahaman yang datang dari film barusan ditontonnya.

Kita ini sekolah tinggi2 buat apa sih? Buat nyari pekerjaan keren? Buat jadi pegawai? PNS? Buat nyari rezeki? Keliru kalau jawabannya iya. Saya membuka kitab-kitab, membaca buku-buku tua, menelusuri kesemua hal, tidak ada satupun nasehat yang bilang: sekolahlah tinggi2, agar besok bisa jadi pejabat, kaya raya, dan berbagai ukuran duniawi lainnya, dsbgnya, dsbgnya. Apalagi kalau membuka kitab yg tidak penah keliru: Al Qur'an, juga merujuk nasehat yg tidak akan salah: riwayat Rasul, seruan untuk belajar, tidak ada rumusnya dengan ukuran duniawi.

Kita disuruh belajar, mencari ilmu (dalam dunia yg sangat modern ini ukurannya adalah SD, SMP, SMA, S1, S2, S3, S4, S5 dstnya), murni agar kita banyak tahu, asli agar kita paham banyak hal, dan ilmu itu b-e-r-m-a-n-f-a-a-t bagi kehidupan kita sehari2. Seorang istri yang S3, tidak ada masalah sama sekali tetap menjadi ibu rumah tangga, dan ilmunya bisa bermanfaat utk keluarganya. Ilmunya bisa bermanfaat buat tetangga, sekitar, aktivitas apa saja yg bisa dia lakukan, terlepas mau bekerja di perusahaan/pemerintah atau hanya bekerja di rumah.

Itu benar, saya tidak akan membantahnya, memang ada korelasi kuat antara berpendidikan dengan masa depan cerah, tapi definisi 'masa depan cerah' itu bukan s-e-m-a-t-a-2 ukuran duniawi yang membuat proses belajar selama ini jadi kosong. Bukan hanya itu.

Maka, kembali ke film 3 idiots tadi, bukankah Rancho hanya belajar dan belajar. Dia senang belajar, dia senang mencari ilmu. Titik. Sisanya, serahkan pada nasib. Dia tidak peduli gelar, dia tidak peduli mau bekerja jadi apa, dia tidak peduli. Bahkan saat dia harus menyingkir dari 'kehidupan', pergi menjauh dari gemerlap banyak hal, justeru kehidupan dan gemerlapnya dunia yang datang kepadanya. Sementara Silencer, teman kuliahnya dulu yg selalu sibuk berhitung atas duniawinya, merasa sudah memenangkan segalanya, ternyata kosong saja, dia hanyalah orang yg amat tergantung nasibnya dgn orang lain. Takut dipecat kerja, tergantung nafkahnya dari orang lain, dan diperbudak oleh materi. Sejatinya Silencer hanya orang 'suruhan', terutama suruhan ambisi dan nafsu duniawi--meskipun direktur sekalipun posisinya.

Aduh, bukankah rumus ini banyak terjadi di sekitar kita? Ada banyak teladan yg memilih sibuk belajar, belajar, bekerja, bekerja, terus menjadi yg terbaik, mau jadi apapun dia, bahkan sekadar ibu rumah tangga, hidupnya t-e-r-n-y-a-t-a tetap spesial, bermanfaat bagi banyak orang. Sebaliknya, buanyaaak sekali, yg sibuk menghitung nilai raport, menghitung sekolah sy elit, keren, saya sudah S2, S3, situ apa sih? sy sekolah di kampus ngetop, situ dimana sih? Ternyata tidak pernah lepas dari kungkungan hidupnya, meskipun boleh jadi secara kasat mata sukses menurut ukuran dunia saat ini.

Demikianlah.

*Tere Liye

Duhai Rasa

Kau tau duhai rasa?
kadang diri ini tak yakin lagi kau itu masih ada
bisakah kau tunjukan dirimu padaku?
yakinkan aku !!

kau tau duhai rasa?
kadang hati ini ingin lagi mencinta
tapi masih ada keraguan
ragu akan rasa yang baru

seperti pelangi yang belum pasti akan muncul setelah hujan

seperti awan yang ikut saja arah angin
itu yang mungkin terjadi pada rasaku
tidak jelas arahannya
tidak jelas besarnya

hanya pergi dibawa oleh waktu
seiring rasa lama pergi
rasa baru mulai muncul lagi
walau masih semu dan tak pasti

Apartheid di Tanahku ..

banyak orang - orang yang kukenal, ternyata masih menganut politik apartheid. prinsip yang sebenarnya sangat dikecam dalam agamaku. sebenarnya aku tergolong orang yang tak suka membahas ras, warna kulit, kualitas kecantikan fisik dsb. aku tak suka membahas itu, karena menurutku setiap ciptaan Tuhan itu sangat indah. tapi berhubung masih banyak yang tak sepaham denganku, baiklah, aku kira perlu sedikit luapan hati tentang hal ini.
dulu, aku pernah punya hubungan khusus, yang dalam istilah sekarang "pacaran" dengan seseorang yang keluarganya agak melecehkan warna kulit. jujur, aku tak suka individu yang suka menghina. memang aku punya kulit berwarna sedikit coklat, bisa disebut sawo matang. temanku ini katanya dari keluarga berkulit putih. dan akhirnya, akupun tidak disenangi keluarga temanku, hanya karena alasan fisik. kejam bukan politik apartheid itu? bisa membuat seseorang yang tak bersalahpun menjadi tidak disenangi.
selanjutnya, aku mulai mengenal seseorang. dia laki - laki, salah seorang temanku di tempat kerja. awalnya aku kira dia sangat baik. tapi bulan demi bulan berlalu, akhirnya aku punya penilaian tersendiri tentangnya. dia suka mencemooh orang berkulit gelap ataupun fisik yang tidak cantik / tampan. aku rasa dia tidak sadar, manusia itu siapa yang menciptakan? jika dia menghina makhluk, hakikatnya dia sedang menghina sang khalik. beberapa orang bahkan pernah tersinggung oleh kata - katanya, termasuk aku. sungguh memprihatinkan jika seseorang menghina ciptaan khaliknya sendiri. menurutku, itu dosa.
waktu demi waktu berlalu, dan ku kira hampir semua orang memiliki sifat qabil. aku jadi takut, bahkan aku takut jika aku menjadi golongan itu. untuk menghindari ini, aku mulai dari diriku sendiri. bahwa kita sesama manusia, dilarang saling menjelekkan, saling menjatuhkan, saling menghina. karena hal yang sepelepun jika tidak disyukuri dan dibawa ke arah kebaikan bisa saja menjadi bencana dan sumber pertengkaran.
jadi, berusahalah untuk menjadi orang yang bisa menghargai orang lain tak peduli bagaimana orang itu. hargailah, syukurilah hidupmu. jangan habiskan untuk menilai hal yang tak perlu dinilai. menghina yang sebenarnya tak pantas kau hina. lebih baik, mari lakukan perubahan diri, jaga hati, jaga lisan, jaga anggota tubuhmu. bahagiakan hatimu.

Sabtu, 28 Desember 2013

Dan akhirnya hujanpun mengakhiri ..

hei, kau pikir siapa dirimu? jangan sekali - sekali merasa paling sempurna. ingat akan satu hal, apa yang ditanam, itu yang akan dituai hasilnya. jika kau masih saja terus begini, mempermainkan hati perempuan. memberi sedikit harapan  disana, disini. menjanjikan disana, disini. mengatakan hal yang berbeda disana, disini. kau pikir siapa lagi yang mau percaya padamu?
aku memang masih temanmu, hanya saja. aku tak percaya lagi padamu teman. aku turut prihatin akan sifatmu. padahal kau itu orang yang baik. jujur, aku sempat sedikit suka dan simpati padamu. bagaimana kau berbuat baik kepadaku, perhatianmu, kepedulianmu. aku hanya berharap kata - kata yang jujur dari setiap perkataanmu. aku tak habis pikir kenapa kau selalu bohong padaku tentang kisahmu dengannya. apa gunanya berbohong padaku? apa gunanya menipuku? apa gunanya memberiku harapan? apa gunanya mengatakan kalau dia wisuda D IV, padahal aku tau bahwa dia D III ? apa pentingnya bohong? apa gunanya mengatakan bahwa kau "jomblo" pada teman perempuanmu yang lain, sedangkan padaku kau bilang kau masih dengannya? apa gunanya kau katakan kita akan bersahabat sampai kakek nenek tapi kenyataannya kau tak jujur. jangan jadi laki - laki alay, dewasalah. kau itu orang yang baik, kembangkanlah kebaikanmu kawan.
dulu aku sempat jatuh cinta dengan kebaikanmu, sangat baik. tapi entah kenapa, sekarang sudah hambar, tak enak. aku hanya mau kau berubah lebih baik lagi sobat, jangan permainkan hati lagi. jangan egois, jangan membuat perempuan ini, perempuan itu jatuh cinta lagi padamu. kau tau, masih banyak perempuan yang baik dan setia. termasuk aku. jika aku egois, mungkin aku tak akan mau lagi berteman denganmu, tapi karena keegoisanku bisa terkendali dan perasaanku bisa terkendali. ya sudah, aku akan tetap disini.
dan hujan akhir desemberpun mengakhiri perasaan ini padamu. aku akan selalu berbuat baik padamu kawan. mudah - mudahan kau sadar akan kesalahanmu.

***

Lagi - lagi ...

satu tahun telah terlalui disini, semakin banyak cerita yang terjadi. bagaimana aku hidup disini, menjalani hari - hari yang seharusnya sulit untuk membuat bertahan. tapi kenyataannya, aku sanggup bertahan. bersamamu atau tanpamu, aku masih bisa tersenyum. 
3 bulan berlalu semenjak september 2013. tak terasa aku sudah berada di ujung tahun. lagi - lagi hati ini tersentuh lagi akan seseorang, yang membuat aku paham akan makna kemandirian, indahnya saling menolong dan bagaimana ikhlas yang sesungguhnya.
dia masih muda, kelahiran 1992, masih muda 2 tahun dibandingkan aku. apa yang membuatku selalu tersenyum melihat pola tingkahnya. tak hanya sekedar senyum, tapi aku memaknai sesuatu. betapa ikhlasnya dia, masih baik dan agak polos ku rasa.
saat itu aku baru pulang dinas, luar biasa lelahnya.kudapati rumah kontrakanku, luar biasa bersihnya, lantai berkilat, piring bersih, dapur kinclong. dan yang lebih mengejutkan, lauk dan sayurpun sudah tersaji. memang anak yang baik kurasa. masih muda, tapi mau mengerjakan hal yang sederhana seperti itu, mengerti lelahnya aku. dia laki - laki, dan menurutku jarang anak muda sekarang yang mau mengerjakan pekerjaan ibu - ibu seperti itu. anak yang baik, aku jadi rindu adik laki - lakiku.

***

siang itu aku lembur dinas, dari shift pagi sampai sore. dia ke tempat kerjaku, melihatku ke ruangan, tapi aku tak ada disana. dia mencariku ke ruangan lain. kami bertemu. "kakak lembur?? dah makan??", aku jawab "iya dek, belum neh, belum sempat beli", "biar imul jemputkan bekal ke rumah akak yaa". aku agak kaget juga, anak yang baik. bisa mengerti lelahnya orang lain. aku saja belum tentu sanggup berbuat baik seperti itu pada orang lain. terlihat sederhana, tapi sebenarnya yang dia lakukan itu adalah awal kebaikan, bentuk keikhlasan. memaknai bagaimana sebenarnya konsep peduli terhadap orang lain. aku mengangguk sambil tersenyum. 

terimakasih karena pengalaman telah mengajariku untuk melakukan hal yang lebih baik, mempelajari bagaimana konsep peduli, ikhlas dan berbuat baik. mudah - mudahan aku bisa menjalani hari - hariku yang akan bisa bermanfat bagi orang lain. subhanallah bagi orang - orang yang bisa membuat orang lain bahagia walaupun hanya dengan hal yang sederhana.

***


Rabu, 04 Desember 2013

Setetes CINTA di lautan PERSAHABATAN kita

     lorong - lorong masih terlihat sepi. suasana ini begitu asing bagiku. ku arahkan pandanganku ke luar, sinar mataharipun masih belum terlalu terang. aku datang kepagian, gumamku. sendiri, duduk di bangku -bangku yang terjejer rapi. berwarna hijau lembut, empuk sekali. ku lihat arloji, waah .. masih jam 6.30 WIB. ini masih pengalaman pertama bagiku, setelah setahun jadi pencari kerja, akhirnya ada juga yang menerimaku. sama sekali tak kukira aku berada disini sekarang. masih terasa mimpi, karena semuanya tak kuduga. 
     waktu sudah menunjukan pukul 08.00 WIB, orang - orang berseragam putih - putih mulai terlihat, mereka duduk di sisi kananku, kiriku, dan depanku. memenuhi bangku - bangku hijau itu. tak lama berselang seorang security menyahuti kami, menginformasikan bahwa kami semua harus kumpul di lantai 3, tempat aku menyelesaikan tes kemaren ini. aku pun mulai berjalan menaiki tangga, belum ada yang ku kenal, semuanya masih terasa asing. kami semua ambil posisi, menunggu pengumuman selanjutnya. setelah ku perhatikan, semuanya ada 10 karyawan baru. tapi belum ada yang kukenal. akupun mulai berkenalan dengan teman sebelahku. "anna" sahutku sambil mengulurkan tangan. dia menjawab sambil tersenyum, "rani". dan perkenalan pun terjadi, aku mulai berkenalan dengan teman - teman lain yang perempuan. saat itu, ada 8 karyawan perempuan, dan 2 karyawan laki - laki. kupandangi wajah mereka satu persatu, karena aku agak visual, lebih mudah mengingat wajah ketimbang suara. semuanya ku kenal wajah nya, kami sama - sama ikut tes, tapi pandanganku terhenti pada satu wajah. tak pernah ku lihat sebelumnya. atau aku yang lupa?? tidak mungkin, karena aku bisa mengingat wajah seseorang walau hanya sekali bertemu. aku berpikir, "dimana - mana ada saja yang bisa masuk tanpa tes".
     tim HRD pun datang, kami di orientasikan tentang sedikit peraturan perusahaan. divisi kamipun dibagi. akhirnya aku ditempatkan di ruang VK dan infant. begitu kami menyebutnya. itu sebuah ruangan tindakan untuk pasien kebidanan dan kandungan, dan infant adalah ruangan bayi baru lahir. "yap, aku memegang dua divisi", gumamku. masih asing di tempat kerja yang baru ini, orang - orang baru, lingkungan baru, bahasa yang berbeda, suku bangsa yang beragam. aku pun mulai di hantui rasa cemas, karena ini adalah pengalaman pertamaku merantau. aku tak pernah merantau sebelumnya. "kenapa aku bisa terdampar disini?". tapi aku bertekad, setidaknya ini batu loncatan bagiku untuk memulai karirku. membuatku menjadi lebih dewasa.
    supervisor membawa kami keliling, ada 10 orang, belum semuanya yang kukenali, hanya beberapa. tapi ya sudahlah, waktu akan membuat kami kenal. yang membuat aku agak sedikit kaget, kami langsung disuruh mulai bekerja. lalu, ku mulai hari - hariku disini. masih mono, masih kaku, masih cemas. hari pertama yang menegangkan. apakah aku sanggup sendiri disini? bermacam - macam pertanyaan muncul di benakku.
***

    huuuft, pulang dinas yang melelahkan. setelah dinas malam. sangat mengantuk, sesampai dikost, pintu kamar langsung kukunci. akupun sarapan dengan nasgor yang kubeli. setelah sarapan, akupun tidur. 
     suara anak - anak bermain - main diluar, ntah mimpi ntah benar - benar nyata. tubuh ini masih di atas awan rasanya. sangat lelah, kulihat jam  "haah?? sudah pukul 2??". aku berlari ke kamar mandi, belum shalat zuhur. selalu telat jika siap dinas malam.
***

     BERSAMBUNG ...


Selasa, 03 Desember 2013

Bersyukur ..

mungkin kisah ini terdengar biasa bagi kebanyakan orang. tapi bagi sebagian yang lain, bisa jadi memberikan inspirasi. membuat diri mengerti akan hakikar bersyukur.

siang itu matahari sangat ramah pada bumi, tak malu - malu lagi menampakkan diri. segerombolan anak sekolahan berseragam putih abu - abu, putih biru tua, bahkan sampai putih merapun terlihat bergerombol melewati trotoar yang tak begitu luas. aku bersama kawan - kawan satu "geng" ku juga berjalan bergerombolan. saat itu, kami semua masih SMA. masa - masa belia yang hanya mengerti kesenangan semata. 

rencananya siang itu kami mau nongkrong di es teller langganan kami. seperti biasa, pulang sekolah bermain sejenak keliling pasar, padahal kantong pas - pasan. lumayan buat cuci mata. itu prinsip kami dulu. setelah lelah keliling pasar. saya dan teman - teman lanjut ke caffe es teller langganan kami. disana bersenda gurau, curhat - curhatan tentang cinta, hal yang disukai, soal guru, semuanya kami bahas disitu. saling berebutan bicara, memang ego nya masa belia. 

sudah semakin sore. aku terburu - buru hendak pulang, takut angkot menuju rumah sudah tidak ada lagi. akhirnya kami semua pulang ke tempat masing - masing. aku berjalan sendiri menuju terminal, pikiran entah kemana. mungkin karena lelah seharian. lelah dengan kegiatan yang itu ke itu saja seharian. dalam hai ada sedikit rasa mengeluh, bosan belajar seharian. pikiran benar - benar lelah. akhirnya sampai juga di terminal, huuft.. benar - benar angkot yang panas. menambah rasa bosan, lagi - lagi harus menunggu sampai penuh. selalu begini setiap hari. apa yang bisa kulakukan, cuma melamun. mau membaca, sudah bosan seharian dengan buku.

tapi, tiba - tiba lamunanku buyar, pandanganku terarah pada anak kecil. berpakaian lusuh. kancing baju urutan ketiga dari atas sudah copot. kulihat resleting celananya pun sudah tak bagus lagi, baju yang sebenarnya kurang layak untuk dipakai. anak itu usianya sekitar 5 tahun. dengan semangat dia berjalan bersama ibunya menuju angkot yang ku tumpangi. dia pun naik ke angkot, dia terus saja dengan ekspresi wajah senang memegang majalah bobo "second" yang baru dia beli. dengan hati - hati dia memegang majalah itu, sangat takut majalah itu lecet. dia mulai membuka majalahnya dengan hati - hati, mulai membacanya. ibu hanya tersenyum manis melihat tingkah anaknya.

"ma, terimakasih dah belikan isan majalah ini ya ma, besok kalau mama ada uang belikan lagi ya ma, yang bekaspun tak apa - apa, isan hanya suka membaca ma"

"iya nak, nanti kalau mama ada uang lebih lagi, mama akan belikan, mama usahakan beli yang baru"

hatiku sedikit getir mendengar dialog ibu dan anak itu, kulihat penampilan ibu itu memang terlihat kurang mampu, sendal jepit yang dia pakai cukup membuatku mengerti akan keadaannya. tapi beliau masih mengusahakan yang diinginkan anaknya. aku tiba - tiba jadi rindu ibuku. bahkan aku tidak bisa mengingat dengan baik, pernahkah aku benar - benar tulus mengucapkan terimakasih dari hati atas semua yang diberikannya? pernahkah? tiba - tiba aku jadi merasa sangat malu, kemana saja aku selama ini? kenapa hidupku hanya bisa mengeluh, merasa bosan belajar, padahal orang tua ku selalu memfasilitasiku. aku jadi malu, tak terasa ada setetes air mata jatuh dari sudut mataku. mulai saat itu, aku bertekad akan menjadi lebih baik lagi, akan beusaha jadi anak yang berterimakasih pada orangtuanya.

itulah kisah sederhana yang ku alami sepulang sekolah. terlihat sederhana tapi sungguh membuatku semakin bersyukur atas rahmat Tuhan yang telah diberikan padaku.

Senin, 02 Desember 2013

ayooo .... !! guncang dunia ... !!

kenapa bumi ini diciptakan luas?? hmm, untuk dijelajahi .. yuuk, lakukan petualangan. jangan mono di situ - situ saja. kita muda, kita pasti bisa. insya allah, manfaatkan waktu mudamu. bukan untuk hura - hura, tapi untuk menyadari betapa beruntungnya jadi kamu hingga buat kamu lebih bersyukur, makin bersyukur dan selalu bersyukur. yuk mulai menjelajah ^_^

nih .. masa kecil yang masih polos :)

masa sekolah penuh bahagia sama kawan - kawan :)

ini dia petualangan di kampus, stres tapi mengasyikkan !!

masa praktek di lapangan nih. membaur dengan masyarakat, merasakan betapa dekatnya kita dengan alam.

ini dia praktek klinik, saatnya belajar jadi penyedia jasa bagi masyarakat. merasakan betapa bahagianya jadi ibu :)

dan iniii... hahhaha, saat kau mengguncang dunia, lepaskan beban di pundak sejenak. rasakan indahnya lautan. meluaskan hatimu ....

dan dari sini pendewasaan di mulai, masuk ke dunia kerja dimulai dari sini. memang tak seperti dulu lagi, tapi jangan sampai kehilangan diri sendiri yaaah ... tetap semangaaat !! cayoooo ....






^_^

me ...... ^_^

Minggu, 01 Desember 2013

31 januari 1990, petualanganku dimulai .. life start here ..

langit begitu bersih malam itu, terlihat venus mulai menempatkan diri di arah tengah langit. saat itu, dunia kecilku menunggu kehadiranku. berharap semuanya baik - baik saja. ayah mondar - mandir di lorong depan kamar bersalin. nafasnya sudah tak teratur lagi. bajupun sudah kusut, sudah seharian tak diganti, lupa akan diri sendiri karena sang pujaan hati sedang berjuang disana. ibu yang mungil tapi berhati kuat, dalam kelembutannya luar biasa keras hatinya. sedang berjuang dengan penuh semangat tapi sama sekali tak terlihat emosional, semuanya dihadapi dengan sabar, masih bisa tersenyum di atas kelemahannya. masih bisa berdoa di atas kesakitannya. masih punya harapan di saat nyawanya sendiri tipis harapan. memang dua pahlawanku, yang mengharapkan kehadiranku malam itu, akan selalu terukir di hatiku. sampai kapanpun, tak peduli apapun keadaannya.

yah, akhirnya pukul 23.55 , 31 januari 1990 petualanganku pun dimulai. tangisan pertamaku di dunia disambut dengan hangat. dengan bisikan iqamah di telinga kananku. saat itu aku lupakan janjiku. terlepas genggaman janjianku pada tuhanku.

ibu dan ayah menyambutku bahagia. dan mulai detik itu mereka bertekad, akan membimbingku dalam setiap langkahku, ingatkan aku kembali akan janjiku yang terlepaskan. 

aku perempuan, itulah aku malam itu. dan hidupku pun terlalui dengan banyak cerita, petualangan, sangat bergelombang tapi luar biasa bahagianya.

terima kasih ya rabb.

sore ini, bila hati bicara ..

mungkin kau akan anggap aku lemah dengan segala tangisan yang ada padaku. taukah kau? itu sama sekali bukan kelemahanku, justru itu yang membuat diriku makin kuat, bahwa hidup memang harus kembali ke realita. setelah semua kebahagiaan yang kau berikan selama ini, indah sekali. tapi dalam sekejab, semuanya terasa pahit. hanya harapan - harapan semu yang terjadi kemaren. hanya semu. entah aku yang terlalu naif untuk mempercayaimu, entah kamu yang terlalu tega padaku. mungkin saja dua - duanya, naif dan tega. cukup sakit yang kurasakan, setelah jatuh cinta dan duka mendalam datang secara bersamaan. aku lebih memilih jatuh cinta saja atau patah hati saja. tapi kenapa dua - duanya datang padaku dalam waktu dan ruang yang sama, bahkan pada orang yang sama. dan setelah kupikir, mungkin ini saatnya aku menjauhimu, bukan dari segi ruang dan jarak secara konkret. tapi hatiku akan meninggalkanmu. sedikit demi sedikit, ini akan jadi pembiasaan dan waktu akan menghapus segalanya. semoga saja ....

langit itu ...

Langit itu tidak memiliki warna. Namanya juga langit-langit. Mengawang2 saja di atas kepala kita.

Tapi kenapa dia seolah punya warna biru. Kadang berganti merah. Kadang jingga. Kadang ada pelangi. Bahkan kadang ada sejuta warna aurora di relungnya? Simpel. Langit hanya 'memantulkan' apapun yang ada di sekitarnya.

Pun begitulah hidup ini. Kalau kita merasa tidak punya warna, tidak memiliki sumber warna-warni, pantulkanlah warna terbaik di sekitar kita. Maka semoga dengan begitu kita juga menjadi bagian orang-orang yang bahagia. Jauhi pantulan warna yang kusam, gelap dan menyebalkan.

*Tere Liye


Sabtu, 30 November 2013

saat dulu, bahagia masih di hati ..

adinda..
uni merindukanmu..
semoga, menunggu ini tidak sia - sia..
pertemuan kita akan indah pada waktunya..
aamiin..