Selasa, 05 Agustus 2014

8 bulan berlalu, agustus mulai bicara ..

sudah bulan agustus, tak terasa hari - hari kita lalui bersama. semangat kita hampir musnah. aku mohon, bertahanlah sayang ....

bertahanlah dan terus berdoa ...

for uman sayang

Senin, 13 Januari 2014

8 Januari 2014 .. pagi itu ..

sering berbagi denganmu tentang apa yang kurasakan, bagaimana sakitnya aku, rasa tidak nyaman yang kurasakan. betapa tertekannya aku, kau mengetahui semua itu. karena kau selalu jadi tempat pertamaku untuk berbagi cerita. aku tak tahu persisi kapan perasaan ini muncul. yang jelas, aku mulai merasakan cemburu di saat kau dekat dengan seseorang. namun rasa itu dari awal sudah akukendalikan, aku lebih memilih membuagnya jauh - jauh karena aku ini seorang minang. mustahil saja rasanya.
waktu berlalu, aku lebih memilih untuk melupakanmu, sampai aku suka dengan seseorang. dan itu kuberitahukan padamu. bagaimanapun aku sangat sayang padamu, bahkan saat itu aku hanya ingin kau bahagia karena kau orang baik di mataku. makanya aku ikut membantumu agar kau dapat merebut hati wanita yang kucintai. walaupun setiap menyadari itu, artinya aku harus membuang jauh - jauh rasa itu.
hari - harikupun terisi oleh seseorang sahabat saat kau pergi. mungkin saja aku pernah suka pada sahabatku, akupun tidak yakin itu rasa suka atau hanya sekedar ilusi karena faktor pembiasaan. hingga akhirnya aku sendiri terluka, sangat sakit. apalagi tidak nyaman di lingkungan kerja, selalu terpapar gosip. ada perasaan tidak rela digosipkan terus dengan seseorang yang pada hakikatnya telah menyakitiku. perasaan itu pudar, tapi bagaimanapun aku masih ingin berbuat baik, aku tak akan berubah pada orang - orang yang menyakitiku. itu terjadi hingga 4 bulan.
akhirnya kau kembali, desember jadi bulan terberatku di akhir tahun. kau pasti tahu alasannya kenapa karena kau tahu kisah hidupku yang membuatku menjadi tertekan. kau sering jadi tempat berbagiku, menyayangiku, mengerti aku, ingatkan aku akan kebaikan, menjadi tempat sandaranku di saat aku menangis, kau kembali ingatkan aku bahwa kau pernah spesial di hatiku dan memang sampai saat ini masih spesial. 
entah mengapa perasaan tulusmu sebagai sahabat sangat kurasakan. istilahnya kau memang penenang jiwaku saat itu.
sampai akhirnya aku bercerita di depanmu hingga menangis.

***

kurasa aku sangat nyaman denganmu, fase tertekanku mulai terlalui dengan baik. hingga suatu pagi, kau katakan padaku bahwa sebenarnya kau menyayangiku dan berniat menjadikanku sebagai istrimu jika kita direstui.
kau tahu apa yang kurasakan? perasaan betapa kau sangat tulus kepadaku, aku menjadi sangat berharga.
katakan padaku "apa aku punya alasan untuk menolakmu?"
jawabannya "TIDAK"

***

dan aku berharap, 8 Januari 2014 jadi awal yang indah bagi kita ..

Allah, mudahkanlah dan jangan dipersulit ..

aaamiiin ...

Minggu, 05 Januari 2014

star ................. sky? or Rain in summer?

mungkin ini coretan asal - asalan di saat dinas malam dengan pasien satu orang. namun aku akan ungkapkan apa yang kurasakan malam ini karena belakangan aku agak tertekan karena suasan lingkungan kerjaku, tetanggaku dan sebagainya.
namaku farila herviana, orang - orang memanggilku ila. aku gadis minang asli. mungkin tidak tergolong orang yang baik menurut sebagian orang, tapi bagiku itu tidak penting alias terserah. 
belakangan aku agak tertekan di tempat kerja. entahlah, mungkin karena kurang tahan dengan gosip tak sedap. disebut sebagai runner up. digosipkan tergila - gila alias lope - lope sama kawanku sendiri. huuuuuft, bikin gak nyaman. selalu disuguhi kalimat "sabar ya laa". emangnya aku sesedih itu? hmmm, kadang orang - orang tak mengerti betapa tertekannya aku jika digosipkan dengan orang yang sudah punya orang lain walaupun masih pacaran, seolah - olah aku ini pengemis cinta. eeuuiih, matilaah, gak nyaman dianggap seperti ini. apa aku terlihat tergila - gila? maaf ya, sebenarnya bagi yang kenal siapa aku pasti akan mengerti mengapa aku masih bersikap baik dan berusaha tidak berubah sikap walaupun gosip itu sebenarnya mempermalukanku. serius, ini membuat harga diriku anjlok bak harga cabe di saat pasokan di pasaran meningkat. untuk satu hal yang harus diketahui, ini murni dari lubuk hati yang paling dalam, bahwa aku hanya mencintai orang yang membuatku jatuh cinta. pasti bingung kan? mungkin butuh kejujuran, sekitar 3 bulan yang lalu sepertinya aku menyukainya. memang benar, tapi seiring berjalannya waktu. setelah kugunakan hatiku untuk mendeteksi rasa ini. tiba - tiba saja rasa itu memudar. seperti lenyap. dan yang ada cuma rasa sakit. tapi kembali ke pokok awal, aku bukan tipe pendendam kelas kakap, bagaimanapun aku tersakiti, aku masih bisa berbuat baik pada yang bersangkutan. i dont care about it. aku maafkan kesalahannya meskipun dia selalu merasa benar, aku tak peduli soal itu. tapi yang membuatku kecewa dan shock adalah, gosip mengatakan bahwa aku galau dan masih setia menunggunya walaupun aku jadi runner up. ndeh, sama sekali gosip yang membuat hati ini tertekan. padahal kenyataannya, aku baik - baik saja. justru rasa itu tidak ada lagi, yang ada cuma rasa sayang sebagi sahabat sendiri. ibaratnya bersaudara, tapi orang - orang ini masih tak mengerti. aku bukan tipe wanita rendahan yang setiap malam merenung, menangis karena memikirkan satu pria. mohon, jangan gosipkan lagi. mohon.

lepaskan penat hati ini
akhiri berita buruk ini
aku hanya mau menatap hari esok
aku tak hancur seperti yang kalian katakan
justru aku batu karang yang kuat
hal kecil seperti ini tak akan membuatku hancur

aku bagaikan berlian, makin dipanaskan, makin berkualitas
makin tinggi tekanan, makin kuat, makin tak ternilai

paham?????

akhiri galauku !!!!!!!

Punya tempat tersendiri di hati

mungkin anggapan orang - orang kamu itu adalah Runner Up dalam kehidupanku dibandingkan seseorang. tapi tahukah kamu? kamu punya ruangan tersendiri dihatiku. bukan yang kedua, bukan alibi, bukan sebuah alasan pelarian. sekali lagi, kamu itu spesial. selalu mengarahkan aku kepada kebaikan. memberikan pencerahan pada hatiku disaat aku butuh. jadi tempat sandaranku di saat aku menangis. hanya kamu yang bisa mengerti tekanan yang kurasakan. hanya kamu seorang teman yang mampu membuatku berpikir jernih diantara masalah yang kuhadapi. kamu membuatku lupa akan masalah terberatku. 

aku bersyukur, semakin banyak tipe manusia yang kutemui. berbagai macam. dan aku sangat beruntung dipertemukan denganmu. membuatku masih percaya bahwa masih ada laki - laki yang baik. membuatku masih yakin bahwa masih ada orang yang mengajak lainnya untuk berbuat baik. be positive thinking.

ini bukan ke lebay an yang kusampaikan. tapi jujur dari hati, bahwa kamu itu memang punya tempat tersendiri di hati. bukan runner up, yang kedua, sebagai alasan ataupun alibi yang seperti orang bilang. bahkan kamu itu sesuatu yang membuatku bahagia disini. yang membuatku bisa tersenyum lagi.

terima kasih karena selalu hadir di saat hari - hari sulitku disini. mendengarkan tangisanku di saat terkena masalah berat maupun sepele. memberikan solusi yang logis, membuat hati ini lebih tenang. beruntung mengenalmu, mungkin akan lebih beruntung jika memilikimu. wanita baik akan kamu dapatkan. yakinlah itu. abang manisku ... :)

for : some one special, good man ... "ali usman"

@STADION UJUNG BATU

Selasa, 31 Desember 2013

HEART flow

1 tahun terjalani disini, pahit manis bersamamu. berjuang demi sebuah kemandirian dan pengharapan yang besar. bertanya pada diri sendiri apakah akan mampu menjalaninya lebih lama lagi? setiap subuh memperbaharui niat agar tetap bertahan. sebelum tidur harus bernafas lega melepaskan lelah hati ini. kadang terbangun dini hari, sejenak bersujud pada Nya pemilik hati ini. kadang kala hanya terlelap pulas hingga matahari menyingsing. sampai akhirnya bulan demi bulan terlalui, dimana pengkhianatan hati terjadi, tiba - tiba jatuh cinta lagi, hati ini terisi kembali, tak lama berselang harapan itu musnah lagi, kehilangan dirimu lagi. hati ini jadi kosong lagi. Tuhan benar - benar luar biasa membolak - balikan hati ini. 
sedikit demi sedikit kenyataan ini mulai terterima. bahwa menjalani hidup seperti air mengalir lebih baik jika harus memaksakan skenario alam. semakin tersadar, tertunduk mengerti bahwa Tuhan memang punya rencana indah. semakin tersentak bahwa tak satupun ternyata yang menjadi milikku di dunia ini. semuanya hanya titipan, termasuk rasa ini. 
apapun yang terlalui denganmu, mungkin ada baiknya mulai kulepaskan. mencoba memandangimu dari sisi tanpa rasa. mencoba bergaul denganmu tanpa pengharapan. 
waktu semakin terlalui, sedangkan aku masih disini. kaupun masih disini. tidak ada yang berubah secara kasat mata. tapi kau tahu? ternyata hati ini telah berubah untukmu. mungkin rasa ini semakin lama semakin memudar. Tuhan menjawab doaku, akhirnya waktu mengobatiku. mulai menyembuhkan lukaku. mulai rasional menghadapimu. mulai menerima bahwa kau akan menjadi sahabatku seumur hidup.
duhai pemilik hati ini, kembalikan hati ini pada Mu. ke tempat sanubari Mu yang suci. buat aku menikmati hidupku dalam berkah Mu. jangan biarkan aku salah lagi ya Rabb. tunjukan kaki ini ke arah yang baik. jangan biarkan keliru lagi soal perasaan.

***

mendung kelabu di pagi tahun baru,
tapi hatiku tak akan mendung sepertimu wahai langit. semua penerimaan ini. tak akan pernah sia - sia. terima kasih masa lalu, karena sudah ajari aku banyak pengalaman. membuatku akan menjadi pribadi kokoh tak tertepiskan. 

selamat datang masa depan, aku menantimu dan akan segera mengejarmu.

***

Senin, 30 Desember 2013

Buat apa sekolah ??

Siapa yang pernah menonton 3 idiots? Banyak. Siapa yang suka film itu? Banyak yg suka. Tetapi siapa yg sebenarnya mengambil pelajaran paling cemerlang dari film itu? Entahlah, siapa yg mengambil manfaatnya.

Ada ibu-ibu dengan anak gadis yang siap menikah. Menonton 3 idiots, ibu-ibu ini sampai menangis. Tapi saat anaknya bilang mau menikah, dan hanya akan jadi ibu rumah tangga saja, ibu-ibu langsung bergegas bilang, "nggak boleh. enak saja sy sekolahkan tinggi2, hanya untuk jadi ibu rumah tangga!" Lihatlah, jawaban itu menunjukkan sama sekali tidak berbekas pemahaman yang datang dari film barusan ditontonnya.

Kita ini sekolah tinggi2 buat apa sih? Buat nyari pekerjaan keren? Buat jadi pegawai? PNS? Buat nyari rezeki? Keliru kalau jawabannya iya. Saya membuka kitab-kitab, membaca buku-buku tua, menelusuri kesemua hal, tidak ada satupun nasehat yang bilang: sekolahlah tinggi2, agar besok bisa jadi pejabat, kaya raya, dan berbagai ukuran duniawi lainnya, dsbgnya, dsbgnya. Apalagi kalau membuka kitab yg tidak penah keliru: Al Qur'an, juga merujuk nasehat yg tidak akan salah: riwayat Rasul, seruan untuk belajar, tidak ada rumusnya dengan ukuran duniawi.

Kita disuruh belajar, mencari ilmu (dalam dunia yg sangat modern ini ukurannya adalah SD, SMP, SMA, S1, S2, S3, S4, S5 dstnya), murni agar kita banyak tahu, asli agar kita paham banyak hal, dan ilmu itu b-e-r-m-a-n-f-a-a-t bagi kehidupan kita sehari2. Seorang istri yang S3, tidak ada masalah sama sekali tetap menjadi ibu rumah tangga, dan ilmunya bisa bermanfaat utk keluarganya. Ilmunya bisa bermanfaat buat tetangga, sekitar, aktivitas apa saja yg bisa dia lakukan, terlepas mau bekerja di perusahaan/pemerintah atau hanya bekerja di rumah.

Itu benar, saya tidak akan membantahnya, memang ada korelasi kuat antara berpendidikan dengan masa depan cerah, tapi definisi 'masa depan cerah' itu bukan s-e-m-a-t-a-2 ukuran duniawi yang membuat proses belajar selama ini jadi kosong. Bukan hanya itu.

Maka, kembali ke film 3 idiots tadi, bukankah Rancho hanya belajar dan belajar. Dia senang belajar, dia senang mencari ilmu. Titik. Sisanya, serahkan pada nasib. Dia tidak peduli gelar, dia tidak peduli mau bekerja jadi apa, dia tidak peduli. Bahkan saat dia harus menyingkir dari 'kehidupan', pergi menjauh dari gemerlap banyak hal, justeru kehidupan dan gemerlapnya dunia yang datang kepadanya. Sementara Silencer, teman kuliahnya dulu yg selalu sibuk berhitung atas duniawinya, merasa sudah memenangkan segalanya, ternyata kosong saja, dia hanyalah orang yg amat tergantung nasibnya dgn orang lain. Takut dipecat kerja, tergantung nafkahnya dari orang lain, dan diperbudak oleh materi. Sejatinya Silencer hanya orang 'suruhan', terutama suruhan ambisi dan nafsu duniawi--meskipun direktur sekalipun posisinya.

Aduh, bukankah rumus ini banyak terjadi di sekitar kita? Ada banyak teladan yg memilih sibuk belajar, belajar, bekerja, bekerja, terus menjadi yg terbaik, mau jadi apapun dia, bahkan sekadar ibu rumah tangga, hidupnya t-e-r-n-y-a-t-a tetap spesial, bermanfaat bagi banyak orang. Sebaliknya, buanyaaak sekali, yg sibuk menghitung nilai raport, menghitung sekolah sy elit, keren, saya sudah S2, S3, situ apa sih? sy sekolah di kampus ngetop, situ dimana sih? Ternyata tidak pernah lepas dari kungkungan hidupnya, meskipun boleh jadi secara kasat mata sukses menurut ukuran dunia saat ini.

Demikianlah.

*Tere Liye

Duhai Rasa

Kau tau duhai rasa?
kadang diri ini tak yakin lagi kau itu masih ada
bisakah kau tunjukan dirimu padaku?
yakinkan aku !!

kau tau duhai rasa?
kadang hati ini ingin lagi mencinta
tapi masih ada keraguan
ragu akan rasa yang baru

seperti pelangi yang belum pasti akan muncul setelah hujan

seperti awan yang ikut saja arah angin
itu yang mungkin terjadi pada rasaku
tidak jelas arahannya
tidak jelas besarnya

hanya pergi dibawa oleh waktu
seiring rasa lama pergi
rasa baru mulai muncul lagi
walau masih semu dan tak pasti