sering berbagi denganmu tentang apa yang kurasakan, bagaimana sakitnya aku, rasa tidak nyaman yang kurasakan. betapa tertekannya aku, kau mengetahui semua itu. karena kau selalu jadi tempat pertamaku untuk berbagi cerita. aku tak tahu persisi kapan perasaan ini muncul. yang jelas, aku mulai merasakan cemburu di saat kau dekat dengan seseorang. namun rasa itu dari awal sudah akukendalikan, aku lebih memilih membuagnya jauh - jauh karena aku ini seorang minang. mustahil saja rasanya.
waktu berlalu, aku lebih memilih untuk melupakanmu, sampai aku suka dengan seseorang. dan itu kuberitahukan padamu. bagaimanapun aku sangat sayang padamu, bahkan saat itu aku hanya ingin kau bahagia karena kau orang baik di mataku. makanya aku ikut membantumu agar kau dapat merebut hati wanita yang kucintai. walaupun setiap menyadari itu, artinya aku harus membuang jauh - jauh rasa itu.
hari - harikupun terisi oleh seseorang sahabat saat kau pergi. mungkin saja aku pernah suka pada sahabatku, akupun tidak yakin itu rasa suka atau hanya sekedar ilusi karena faktor pembiasaan. hingga akhirnya aku sendiri terluka, sangat sakit. apalagi tidak nyaman di lingkungan kerja, selalu terpapar gosip. ada perasaan tidak rela digosipkan terus dengan seseorang yang pada hakikatnya telah menyakitiku. perasaan itu pudar, tapi bagaimanapun aku masih ingin berbuat baik, aku tak akan berubah pada orang - orang yang menyakitiku. itu terjadi hingga 4 bulan.
akhirnya kau kembali, desember jadi bulan terberatku di akhir tahun. kau pasti tahu alasannya kenapa karena kau tahu kisah hidupku yang membuatku menjadi tertekan. kau sering jadi tempat berbagiku, menyayangiku, mengerti aku, ingatkan aku akan kebaikan, menjadi tempat sandaranku di saat aku menangis, kau kembali ingatkan aku bahwa kau pernah spesial di hatiku dan memang sampai saat ini masih spesial.
entah mengapa perasaan tulusmu sebagai sahabat sangat kurasakan. istilahnya kau memang penenang jiwaku saat itu.
sampai akhirnya aku bercerita di depanmu hingga menangis.
***
kurasa aku sangat nyaman denganmu, fase tertekanku mulai terlalui dengan baik. hingga suatu pagi, kau katakan padaku bahwa sebenarnya kau menyayangiku dan berniat menjadikanku sebagai istrimu jika kita direstui.
kau tahu apa yang kurasakan? perasaan betapa kau sangat tulus kepadaku, aku menjadi sangat berharga.
katakan padaku "apa aku punya alasan untuk menolakmu?"
jawabannya "TIDAK"
***
dan aku berharap, 8 Januari 2014 jadi awal yang indah bagi kita ..
Allah, mudahkanlah dan jangan dipersulit ..
aaamiiin ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar